Tingkatkan Layanan Publik Pemkab Bombana Terapkan Sistem Digital Real-Time

  • Bagikan

EYENEWSSULTRA.COM-Kabupaten Bombana resmi meluncurkan aplikasi SMART SAKIP Bombana, inovasi digital yang dirancang untuk memperkuat akuntabilitas dan mempercepat kinerja birokrasi. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan reformasi tata kelola pemerintahan di daerah yang dikenal kaya potensi sumber daya alam itu. Peluncuran yang berlangsung pada 5 Agustus 2025 tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang selama ini menjadi tolok ukur efektivitas pengelolaan kinerja instansi pemerintah.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Ir. Syahrun, ST., M.P.W.K., menjelaskan bahwa peluncuran aplikasi ini adalah bentuk komitmen nyata Pemkab Bombana dalam memperbaiki sistem birokrasi agar lebih efisien, transparan, dan terukur.

“Kami tidak bisa lagi bertahan dengan pola kerja manual yang rentan kesalahan dan lambat. Evaluasi SAKIP memberikan arah yang jelas bahwa sistem pengendalian dan pelaporan kinerja harus segera diperbaiki,” ujar Syahrun usai peluncuran.

Ia menegaskan, kelemahan utama dalam sistem sebelumnya terletak pada kesulitan integrasi data antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pelaporan. Kondisi itu kerap membuat penilaian akuntabilitas tidak maksimal.

“Aplikasi SMART SAKIP menjadi jawaban konkret dari hasil evaluasi tersebut. Sistem ini memastikan seluruh proses, dari perencanaan strategis hingga pelaporan akhir, dapat dipantau secara digital, real-time, dan terintegrasi penuh,” jelasnya.

Menurut Syahrun, penerapan SMART SAKIP juga akan memaksa setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memiliki perencanaan yang lebih tajam, capaian yang terukur, serta akuntabilitas yang terpantau langsung oleh pimpinan.

“Kami ingin birokrasi Bombana tidak hanya sibuk menjalankan kegiatan, tetapi benar-benar berorientasi pada hasil. Dengan sistem ini, evaluasi kinerja menjadi lebih objektif dan terarah,” tuturnya.

Ia menambahkan, seluruh OPD diminta segera melakukan adaptasi dan implementasi penuh terhadap sistem baru tersebut. Pemerintah daerah, saat ini juga telah menyiapkan pelatihan teknis agar proses transisi ke sistem digital berjalan lancar. Untuk itu melalui sistem ini, pimpinan bisa melihat secara langsung efektivitas penggunaan anggaran dalam mencapai target kinerja. Ini bukan lagi soal administrasi, melainkan tentang manajemen kinerja berbasis data.

“Kami optimistis penerapan SMART SAKIP akan berdampak langsung pada peningkatan nilai SAKIP dan Indeks Reformasi Birokrasi (IRB) Kabupaten Bombana. Lebih dari itu, manfaatnya akan dirasakan masyarakat melalui pelayanan publik yang lebih cepat dan berkualitas,” tambahnya.

Untuk diketahui, Aplikasi ini juga dilengkapi dasbor pimpinan yang menampilkan ringkasan capaian seluruh OPD. Melalui fitur tersebut, kepala daerah dapat melakukan evaluasi dan pengambilan keputusan berdasarkan data yang valid dan terbarui setiap saat. Transformasi digital melalui SMART SAKIP diharapkan dapat memperkuat budaya kerja data-driven di lingkungan Pemkab Bombana. (kna/ADV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *