EYENEWSSULTRA.COM- Pemerintah Kabupaten Bombana mulai menapaki arah baru pembangunan daerah lima tahun ke depan dengan menegaskan fokus pada penguatan potensi lokal. Melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 yang digelar di Aula Tanduale Kantor Bupati Bombana, Sabtu (2/8/2025).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, S.Pd., M.Si., yang hadir mewakili Bupati Ir. H. Burhanuddin, S.T., M.P. Dalam sambutannya, Ahmad Yani menegaskan bahwa Musrenbang RPJMD bukan sekadar forum formalitas, melainkan wadah penyelarasan visi dan arah pembangunan antarinstansi dan masyarakat.

“Musrenbang ini momentum penting untuk memastikan setiap kebijakan disusun berdasarkan data, kebutuhan riil masyarakat, serta potensi unggulan daerah. Kita ingin pembangunan Bombana lima tahun ke depan benar-benar terukur dan tepat sasaran,” ujarnya.
RPJMD 2025–2029 menjadi pedoman utama pemerintah daerah dalam menentukan prioritas program dan kegiatan. Dokumen tersebut disusun berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2025, yang mengamanatkan agar setiap daerah menyesuaikan arah pembangunan dengan kebijakan nasional. Tema yang diangkat: Bombana Berdaya Saing Berbasis Agrominapolitan. Hal ini menegaskan orientasi pembangunan yang memadukan potensi pertanian, peternakan, perikanan, dan industri kreatif lokal dalam satu kerangka ekonomi terpadu.
Menurut Ahmad Yani, pendekatan agrominapolitan bukan sekadar jargon, melainkan strategi untuk memperkuat daya saing daerah dari sektor hulu hingga hilir. Untuk itu seluruh masukan dalam forum Musrenbang akan menjadi dasar penyempurnaan dokumen RPJMD sebelum disahkan melalui Peraturan Daerah. RPJMD ini akan menjadi kompas bersama bagi seluruh perangkat daerah. Setiap organisasi perangkat daerah (OPD) harus menyesuaikan programnya agar sejalan dengan arah pembangunan yang telah dirumuskan.
“Bombana memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi belum seluruhnya termanfaatkan secara optimal. Karena itu, ke depan pengembangan sektor pertanian dan perikanan harus disertai dengan peningkatan nilai tambah melalui pengolahan hasil dan perluasan akses pasar,” paparnya.

Musrenbang kali ini juga menjadi ajang penyelarasan antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat agar setiap kebijakan pembangunan memiliki dampak nyata di lapangan. Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tenggara, J. Robert, S.T., M.T., yang hadir dalam kegiatan tersebut, menilai langkah Pemkab Bombana sudah berada di jalur yang tepat.
“Pendekatan agrominapolitan yang diusung Bombana sangat relevan dengan potensi lokal serta mendukung agenda pembangunan berkelanjutan yang digariskan pemerintah pusat. Integrasi antara sektor pertanian, perikanan, dan industri pengolahan akan memperkuat ketahanan ekonomi daerah,” ujarnya.
Untuk diketahui pada forum ini berbagai saran dari peserta baik dari tingkat Kecamatan, Desa maupun akademisi memberi beberapa saran dan masukan diantranya, perlunya penguatan basis data pembangunan dan indikator kinerja daerah agar evaluasi program dapat dilakukan secara objektif. Pembangunan berbasis data dinilai menjadi kunci agar setiap kebijakan tidak hanya berjalan, tetapi juga terukur hasil dan manfaatnya.

Dari unsur kecamatan dan desa, usulan yang mengemuka masih berfokus pada kebutuhan dasar masyarakat, seperti peningkatan jalan usaha tani, perbaikan irigasi, serta perluasan jaringan listrik dan air bersih. Usulan tersebut penting untuk mendukung produktivitas sektor pertanian dan perikanan sebagai penopang utama ekonomi Bombana. (kna/ADV)












