100 Hari Program Kerja, Burhanuddin-Ahmad Yani Prioritaskan Rakyat

  • Bagikan

EYENEWSSULTRA.COM-Tantangan keuangan daerah dihadapi hampir seluruh daerah di Indonesia, salah satunya adalah adanya efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Sejumlah sumber pendapatan yang berasal dari transfer pusat dipastikan akan mengalami pemangkasan. Namun, tantangan tersebut tidak menjadi penghalang bagi Bupati Burhanuddin dan Wakil Bupati Ahmad Yani untuk tetap memajukan Kabupaten Bombana dan meningkatkan daya saingnya.

Bagi pasangan Burhanuddin-Ahmad Yani, adanya efisiensi anggaran justru menjadi peluang untuk menunjukkan kemampuan dan keahlian seorang kepala daerah dalam menghadapi masa sulit. Sebagai nahkoda baru di Kabupaten Bombana, yang baru saja diberi amanah oleh rakyat, mereka berkomitmen penuh untuk mengabdi kepada masyarakat. Baginya, efisiensi anggaran dari pusat tidak akan memengaruhi tekad keduanya untuk mewujudkan kemajuan Bombana dan kesejahteraan masyarakatnya. Bahkan, dalam waktu 100 hari pertama, Burhanuddin-Ahmad Yani telah merumuskan sejumlah program kerja yang sepenuhnya mengutamakan rakyat.

“Pada prinsipnya, jika kita berkomitmen untuk bekerja, roda pemerintahan akan tetap berjalan. Kami akan terus berinovasi agar pemerintahan tetap berjalan efektif. Jadi, adanya efisiensi anggaran tidak akan memengaruhi langkah-langkah kami dipemerintahn untuk tetap bekerja secara maksimal guna memajukan daerah,” ungkap Bupati Burhanuddin.

Sebagai langkah awal untuk mewujudkan komitmen politik mereka, Bupati Burhanuddin dan Wakil Bupati Ahmad Yani telah merancang program strategis dan prioritas yang akan dilaksanakan dalam 100 hari pertama di Bombana. Mereka mengedepankan konsep “Menata Kota, Memberdayakan Desa” dengan beberapa prioritas utama, seperti penataan ruang publik, pembangunan fasilitas sosial, drainase, serta penerangan jalan. Selain itu, mereka juga akan mempercepat pembangunan infrastruktur pedesaan, khususnya jalan usaha tani, guna meningkatkan kesejahteraan petani dan produktivitas sektor pertanian.

Pemerintahan Burhanuddin-Ahmad Yani juga mencanangkan hilirisasi sumber daya alam dengan memfokuskan perhatian pada sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Mereka berencana untuk mengembangkan industri kreatif dan memperkuat UMKM melalui pendampingan kelembagaan serta membantu pengurusan izin usaha, sertifikat halal, hingga sertifikat BPOM. Dalam bidang kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis akan dilakukan untuk seluruh masyarakat Bombana untuk mendeteksi penyakit sejak dini, sementara bantuan pendidikan akan diberikan kepada mahasiswa Bombana yang tengah menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Selain itu, pemerintahan Burhanuddin-Ahmad Yani juga akan memperkuat budaya lokal melalui program “Satu Desa, Satu Hafiz” untuk mempromosikan nilai-nilai Qurani dan pendidikan karakter. Mereka juga berkomitmen untuk menurunkan angka stunting dan gizi buruk, mengendalikan inflasi daerah, serta melakukan transformasi digital dalam layanan publik.

Program-program lainnya termasuk Safari Ramadhan dan festival anak soleh, optimalisasi peran penyuluh pertanian, perikanan, perkebunan, dan kesehatan, serta pembentukan forum pemberdayaan kelompok tani, nelayan, peternak, dan koperasi. Burhanuddin juga menekankan pentingnya pengembangan ekonomi berbasis koperasi, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk 6000 koperasi di Indonesia pada tahun 2027, di mana Kabupaten Bombana diharapkan menjadi daerah percontohan.

Selain itu, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Burhanuddin-Ahmad Yani juga merencanakan penertiban aset daerah, evaluasi operasional perusahaan daerah, pemberian bantuan bibit gratis untuk petani, serta kegiatan nikah massal untuk pasangan yang belum memiliki buku nikah.

“Kami sangat menyadari bahwa amanah yang diemban ini adalah tanggung jawab besar yang harus kami pertanggungjawabkan kepada masyarakat. Untuk itu, kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan penuh kejujuran, keadilan, dan dedikasi yang tinggi demi kemajuan Kabupaten Bombana. Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil berpijak pada prinsip efisiensi anggaran, sehingga setiap rupiah yang dikelola dapat memberikan manfaat yang nyata dan signifikan bagi masyarakat. Mari bersama-sama kita wujudkan pembangunan yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan, demi kemakmuran Bombana dan kesejahteraan rakyatnya,” terangnya. (ADV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *