EYENEWSSULTRA.COM – Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) diguncang oleh 162 kali gempa dalam lima hari, mulai 24 hingga 29 Januari 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat aktivitas seismik yang intens ini, meskipun gempa yang terjadi tidak berpotensi tsunami. Gempa pertama kali terjadi pada 24 Januari dengan magnitudo 4.9, diikuti oleh rangkaian gempa susulan yang dirasakan oleh masyarakat di Kolaka, Konawe, hingga Kendari.
Kepala Stasiun Geofisika Kendari, Rudin mengatakan, Pada 29 Januari 2025, dua gempa terjadi di wilayah Lalolae, Kabupaten Koltim. Pukul 10:42:44 WITA, gempa magnitudo 2.6 tercatat dengan kedalaman 4 km. Beberapa jam kemudian, pada pukul 12:33:13 WITA, gempa berkekuatan 2.8 kembali mengguncang wilayah yang sama. BMKG memastikan gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif di zona Sesar Kolaka.
“Meskipun getaran cukup kuat, tidak ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa,” ungkapnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat diminta untuk menghindari bangunan yang rusak akibat gempa dan memeriksa struktur bangunan sebelum kembali ke dalam rumah. BMKG juga menyarankan untuk mengikuti informasi resmi melalui website, media sosial, atau aplikasi mobile BMKG untuk mendapatkan update terkini terkait aktivitas seismik di Kolaka Timur. (Kna)












