Kekerasan Harus Ditangani Lebih Sigap dan Komprehensif

  • Bagikan

EYENEWSSULTRA.COM- Pemerintah Kabupaten Bombana terus memperkuat komitmennya dalam melindungi hak perempuan dan anak. Salah satu upaya penting yang dilakukan adalah dengan menggelar pelatihan manajemen dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kegiatan yang digelar pada akhir November ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan para pengelola Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak, serta berbagai pihak terkait di tingkat kecamatan. Pelatihan yang berlangsung di Aula Pertemuan Hotel Rahmat, Kelurahan Kasipute, ini dibuka langsung oleh Pj. Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si.

Pj Edy Suharmanto menegaskan pentingnya pelatihan ini dalam meningkatkan kemampuan pengelola UPTD PPA dan unit layanan terkait lainnya dalam menangani kasus kekerasan secara profesional dan komprehensif. “Saya berharap pelatihan ini dapat memberikan wawasan dan keterampilan yang lebih baik dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, sehingga kita bisa memberikan perlindungan yang maksimal bagi korban,” ujar Pj Bupati Edy.

Diakuinya, kekerasan terhadap perempuan dan anak terus menjadi masalah serius di banyak daerah, termasuk Kabupaten Bombana. Oleh karena itu, penanganan kasus-kasus kekerasan memerlukan pendekatan yang lebih cepat, tepat, dan holistik. Dalam konteks ini, pelatihan ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan bagi para peserta agar dapat lebih sigap dan terampil dalam menangani kasus kekerasan yang semakin kompleks. Pelatihan ini juga diharapkan dapat memperkuat jaringan kerja antar lembaga terkait dalam memberikan pendampingan dan perlindungan kepada korban kekerasan. Penanganan kekerasan bukanlah tugas satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, tenaga medis, dan masyarakat.

“Melalui pelatihan ini, kita akan semakin kuat dalam memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak. Tidak hanya dalam penanganan kasus kekerasan, tetapi juga dalam memberikan pemulihan yang optimal. Ditempat ini, mari kita berkomitmen bersama bahwa segala bentuk kekerasan harus ditangani lebih sigap dan komprehensif” tambah Edy Suharmanto.
Selain memperkuat kapasitas teknis, pelatihan ini juga memberikan perhatian pada aspek penting lainnya, seperti upaya pencegahan dan pemberdayaan masyarakat. Menurut Edy, pendekatan yang terintegrasi antara pendidikan, sosialisasi, dan peningkatan kapasitas layanan merupakan langkah strategis untuk menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dengan demikian, penanganan kekerasan tidak hanya berfokus pada kasus-kasus yang telah terjadi, tetapi juga pada upaya pencegahan sejak dini. Sebagai bagian dari komitmen untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan setara, Pemkab Bombana juga akan berupaya mengintegrasikan isu gender ke dalam berbagai sektor pembangunan.

“Hal ini sejalan dengan upaya Pemkab Bombana untuk mewujudkan kesetaraan gender, tidak hanya dalam perlindungan terhadap perempuan dan anak, tetapi juga dalam akses terhadap pendidikan, ekonomi, dan kesempatan yang setara di semua sektor,” imbuhnya.

Pj Edy berharap pelatihan ini dapat berkontribusi pada terciptanya sistem perlindungan yang lebih terkoordinasi dan berkelanjutan. Dengan peningkatan kapasitas lembaga, aparat, dan masyarakat, Kabupaten Bombana diharapkan menjadi daerah yang tidak hanya aman dan nyaman bagi perempuan dan anak, tetapi juga mampu menciptakan perubahan sosial yang lebih baik.

“Pemerintah akan memastikan bahwa perempuan dan anak, terutama yang menjadi korban kekerasan, mendapatkan perlindungan yang maksimal dan pemulihan yang lebih baik. Ke depan, Pemkab Bombana akan terus mengembangkan berbagai inisiatif serupa, dengan melibatkan lebih banyak pihak dalam mewujudkan daerah yang aman, inklusif, dan berkeadilan bagi semua,” jelasnya.

Sebagai informasi, pelatihan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan lembaga yang terlibat dalam upaya perlindungan perempuan dan anak. Selain pengelola UPTD PPA, peserta kegiatan juga berasal dari aparat kepolisian, tenaga medis, pegawai pemerintahan, serta lembaga swadaya masyarakat yang fokus pada isu perlindungan perempuan dan anak. Kehadiran narasumber ahli di bidang perlindungan perempuan dan anak turut memberikan kontribusi dalam memperkaya pengetahuan peserta tentang teknik dan prosedur penanganan kasus kekerasan yang lebih tepat. (Kna).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *