EYENEWSSULTRA.COM-Penjabat (Pj.) Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si, kembali menyampaikan laporan evaluasi kinerja Triwulan IV periode 27 Agustus hingga 27 November 2024, bertempat di Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat, pada Rabu, (13/112024). Laporan ini dihadiri oleh 15 Penjabat Pendamping, termasuk Asisten/Staf Ahli dan Kepala OPD terkait.
Dalam laporannya, Pj. Bupati Edy Suharmanto memaparkan beberapa pencapaian yang berhasil diraih Pemkab Bombana. Mulai dari peningkatan infrastruktur dasar, seperti pembangunan jalan dan fasilitas publik lainnya. Selain itu, sektor kesehatan juga mengalami kemajuan. Pemkab Bombana terus berusaha untuk meningkatkan fasilitas kesehatan dan memastikan bahwa layanan kesehatan yang diterima oleh masyarakat semakin baik dan merata. Beberapa fasilitas kesehatan baru telah dibangun dan renovasi puskesmas dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan medis yang lebih baik. Program-program kesehatan lainnya juga diluncurkan, seperti program imunisasi, pemeriksaan kesehatan rutin, serta penyuluhan mengenai pola hidup sehat. Termasuk beberapa agenda nasional telah dilakukan dan akan terus dikawal untuk direalisasikan di masyarakat.
Pj. Bupati Bombana menjelaskan bahwa pengentasan kemiskinan ekstrem juga merupakan salah satu prioritas utama dalam agenda pembangunan daerah saat ini. Untuk itu, berbagai program bantuan sosial telah diluncurkan dan disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Program bantuan pangan, bantuan tunai, serta program bantuan lainnya yang bertujuan dapat meringankan beban masyarakat yang tergolong dalam kategori miskin dan sangat miskin. Pemkab Bombana juga berfokus pada program peningkatan melalui program pelatihan keterampilan dan pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat. Diharapkan melalui upaya ini dapat meningkatkan kapasitas ekonomi keluarga dan mengurangi angka kemiskinan di daerah ini.
Pj. Bupati Edy Suharmanto juga mengakui adanya tantangan yang dihadapi selama triwulan ini. Beberapa masalah yang dihadapi termasuk keterbatasan anggaran, kendala geografis, serta kurangnya partisipasi masyarakat dalam beberapa program pembangunan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menerapkan berbagai strategi untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut. Misalnya, dalam menghadapi keterbatasan anggaran, Pemkab Bombana berupaya memprioritaskan penggunaan anggaran untuk program-program yang dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Selain itu, Pemkab juga berusaha memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi guna memastikan bahwa kebutuhan anggaran untuk proyek-proyek pembangunan dapat dipenuhi.
“Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Dalam Negeri dapat membawa dampak positif bagi percepatan pembangunan di daerah kami,” ujar Edy Suharmanto.

Diakuinya saat ini, Pemkab Bombana akan terus berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan publik dan memastikan bahwa semua program yang berjalan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bombana. “Kami akan terus bekerja keras untuk memastikan bahwa pembangunan di Bombana dapat dirasakan oleh seluruh warga,” ujarnya.
Evaluasi ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang untuk melaporkan pencapaian, tetapi juga sebagai momentum penting untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Sinergi yang baik antara kedua pihak diharapkan dapat mempercepat pencapaian tujuan pembangunan yang telah ditetapkan. (Kna).












