EYENEWSSULTRA.COM-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana, melalui Badan Keuangan Daerah (BKD), kembali melakukan kegiatan inventarisasi aset daerah, khususnya kendaraan dinas (Randis) roda dua dan roda empat. Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan untuk memasukkan kendaraan yang sudah tidak efisien dan memiliki nilai ekonomis rendah ke dalam daftar lelang.
Kepala Bidang Aset Badan Keuangan Daerah Kabupaten Bombana, Yusuf Alison Barthimeus, mengungkapkan bahwa lelang kendaraan dinas ini bertujuan untuk menghapuskan aset yang sudah tidak efisien. Menurutnya, ada banyak kendaraan yang tercatat dengan nilai akuntansi yang masih tinggi, meskipun kendaraan tersebut sudah tidak lagi terpakai.
“Kegiatan inventarisasi ini sedang berjalan, dan kendaraan yang akan dilelang nantinya sudah terdata untuk dimasukkan dalam daftar lelang,” ujar Alison saat ditemui di ruang kerjanya akhir pekan lalu.

Menurut Alison, penghapusan aset berupa kendaraan dinas dilakukan karena nilai akuntansi kendaraan tersebut masih terbilang tinggi, padahal kendaraan itu sudah tidak digunakan lagi. Sebagai contoh, sebuah motor yang nilainya tercatat sebesar 12 juta rupiah, padahal kendaraan tersebut sudah tidak berfungsi lagi dan hanya menambah nilai aset Pemkab tanpa memberikan manfaat.
“Dengan demikian, kami berupaya untuk menghapuskan kendaraan tersebut melalui lelang, sehingga aset daerah yang tidak efisien bisa segera dikelola dengan lebih baik,” tambahnya.
Proses inventarisasi kendaraan dinas untuk lelang ini sudah dimulai sejak bulan April lalu. Saat ini, kendaraan yang sudah terdaftar dalam daftar lelang sebanyak 83 unit, yang terdiri dari 11 unit kendaraan roda empat dan 72 unit kendaraan roda dua. Unit kerja yang telah melaporkan kendaraan yang akan dilelang mencakup empat kecamatan dan sepuluh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Kami masih menunggu laporan dari unit kerja lainnya yang belum melaporkan kendaraan mereka. Setelah semua kendaraan terdata, lelang akan segera dilakukan,” jelasnya.

Selain untuk menghapuskan kendaraan yang sudah tidak digunakan, kegiatan ini juga bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bombana untuk mengurangi beban daerah terkait pembayaran pajak dan biaya pemeliharaan kendaraan dinas. Kendaraan yang sudah tidak terpakai lagi akan mengurangi beban anggaran daerah untuk pemeliharaan dan perawatan kendaraan tersebut. Hasil dari lelang kendaraan dinas ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang nantinya dapat digunakan untuk kepentingan pembangunan daerah.
Adapun kendaraan yang akan dilelang, menurut Alison, sebagian besar merupakan kendaraan rakitan tahun 2004 dan 2005, yang sudah masuk dalam kategori prioritas untuk penghapusan aset. Kendaraan-kendaraan tersebut memang sudah tidak lagi layak digunakan, dan dengan adanya lelang, Pemkab Bombana berharap bisa memperoleh penggantian kendaraan yang lebih efisien dan relevan dengan kebutuhan saat ini.
“Kendaraan yang akan dilelang memang sudah cukup tua, jadi sudah saatnya kami hapuskan melalui lelang. Proses lelang ini juga merupakan langkah penting dalam mengelola aset daerah dengan baik,” tambahnya.
Sebagai bagian dari proses lelang, BKD Bombana akan bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) di Provinsi Sulawesi Tenggara. Kerja sama ini diharapkan dapat mempermudah proses lelang dan memastikan bahwa lelang dapat berlangsung secara transparan dan akuntabel. Seperti yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya, lelang kendaraan dinas kali ini juga akan dilakukan secara online, sehingga dapat menjangkau lebih banyak calon pembeli dan mempermudah prosesnya.
“Kami sudah melakukan koordinasi dengan KPKNL di Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, dan jika tidak ada halangan, lelang akan dilaksanakan pada akhir bulan Agustus,” pungkas Alison. (Kna).












