Pj Edy Dorong Camat, Kades, dan TPPS Capai Target Prevelensi Stunting 14%

  • Bagikan

SULTRAANALIS.COM-Upaya keras Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana dalam memastikan pemenuhan gizi dan kunjungan rutin ke Posyandu bagi anak terus dilakukan. Langkah-langkah ini diambil guna menekan kasus stunting yang mengancam tumbuh kembang anak. Seluruh elemen pun di minta untuk bergerak.

Penjabat (Pj) Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto mengatakan bahwa, saat ini cakupan kunjungan masyarakat ke posyandu baru mencapai 51,36% dari target yang telah ditetapkan. Untuk itu, Edy Suharmanto mendorong para camat, kepala puskesmas, kepala desa dan lurah
ikut terlibat dalam peningkatan partisipasi masyarakat untuk berkunjung ke posyandu atau fasilitas kesehatan lainnya, dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang tersedia secara gratis di antaranya puskesmas laut keliling, ambulance desa atau transportasi gratis lainnya.

“Hari ini kita sudah melaunching Pengukuran dan Intervensi Percepatan Penurunan Serentak Stunting Tingkat Kabupaten Bombana. Diharapkan, melalui intervensi ini realisasi capaian pelaksanaan posyandu sampai dengan bulan berjalan minimal 95%,” imbuhnya saat membuka kegiatan Rembuk Stunting dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting tingkat Kabupaten Bombana, di Aula tanduale, Kamis (6/6).

Pj Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto bersama Kepala OPD dan Forkofimda limgkup Bombana

Selain itu, Pj Edy juga menyoroti perlunya peningkatan kinerja Pusat Pantau Pelaksanaan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting (TPPS) Kabupaten Bombana. Program pencegahan stunting harus tepat sasaran agar target penurunan stunting nasional sebesar 14% tahun 2024 dapat tercapai.

“Waktu yang tersisa harus dimanfaatkan dengan optimal. Ketua TPPS Kabupaten Bombana diminta untuk memantau dan mengevaluasi pelaksanaan percepatan penurunan stunting. Jika ditemukan hambatan, segera diatasi,” tambahnya.

Diakuinya, masalah stunting dan kekurangan gizi menjadi fokus pemerintah, dengan target penurunan kasus stunting dari 24,4% menjadi 14% di tahun 2024. Saat ini, prevalensi stunting di Provinsi Sulawesi Tenggara mencapai 30%, sementara Kabupaten Bombana mencatat 30,4% pada tahun 2023.

“Kita harus bersatu dalam upaya ini. Semua pihak, dari tingkat atas hingga bawah, harus bergerak bersama-sama,” pungkasnya. (adm).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *