SULTRAANALIS.COM—Dalam upaya memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Tenggara (Sultra) kepada seluruh Indonesia, Dekranasda Kabupaten Bombana, akan mewakili Sultra dalam ajang pelaksanaan HUT Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANAS) ke 44 serta HUT Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK dan jambore nasional kader PKK tahun 2024 di Surakarta (Solo) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) pada 14-18 Mei 2024.
Melalui ajang ini, Dekranasda Kabupaten Bombana akan tampil menjadi wakil Sultra dalam lomba Parade Mobil Hias Kriya dan Budaya Dekranas 2024. Tak hanya ikut berpartisipasi sebagai peserta, Dekranasda Bombana juga akan menjadi duta budaya yang membawa misi memperkenalkan keunikan Sultra, khususnya Kabupaten Bombana, melalui parade mobil hias dengan mengangkat symbol yang menggambarkan kehidupan dan warisan lokal Kabupaten Bombana “Kampiri in Bombana Regency”.
Kampiri in Bombana Regency adalah rumah kotu’a khas Kabupaten Bombana, yang tradisionalnya digunakan sebagai tempat penyimpanan hasil panen. Namun, lebih dari sekadar sebuah bangunan, Kampiri adalah pewaris nilai-nilai dan simbol-simbol dalam budaya lokal. Dari tanduk rumah yang menyerupai kerbau, hingga ukiran-ukiran simbolis seperti gagang parang yang mencerminkan kerja keras, tombak yang melambangkan semangat kepatriotan, mata keris yang menandakan keberanian, hingga burung yang menjadi penjaga kesulawesian, dan ragam motif daun dan tumbuhan yang melambangkan keramahtamahan serta semangat gotong royong.
Penjabat (Pj) Ketua Dekranasda Bombana, Aeni Mutmainnah mengatakan bahwa, partisipasi Dekranasda Bombana sebagai wakil Sultra dalam lomba ini adalah bukti nyata dari komitmen untuk mengangkat martabat budaya Sultra, terutama Kabupaten Bombana. Melalui Kampiri in Bombana Regency, Dekranasda Bombana tidak hanya akan mempersembahkan sebuah karya seni berupa mobil hias, tetapi juga cerita, nilai, dan warisan leluhur yang di junjung tinggi Masyarakat.

“Diharapkan partisipasi Dekranasda Bombana dalam ajang lomba ini, akan menjadi titik awal yang membanggakan bagi Sultra dan Kabupaten Bombana dalam memperkenalkan kekayaan budaya secara nasional hingga dunia,” terangnya.
Lanjut dia, melalui partisipasi Dekranasda Bombana dalam ajang lomba ini, kekayaan budaya Sultra, terutama Kabupaten Bombana, akan semakin dikenal dan dihargai secara nasional hingga ke tingkat dunia. Terlebih Kabupaten Bombana memiliki banyak sekali warisan dan keunikan budaya yang terus di junjung tinggi seluruh masyarakatnya. Khusunya dalam hal ini, legenda masyarakat yang terdapat di Kabupaten Bombana, seperti keunikan motif burisininta (paku-paku) dan motif bosu-bosu (berenda tunggal), Jonga sebagai simbol keberagaman alam, Be’u atau balase sebagai ikon kerajinan tangan yang mempersatukan masyarakat, serta Negeri di Awan yang mempesona di Gunung Tangkeno, semuanya akan tersaji dalam lomba parade mobil hias kriya dan budaya Dekranas 2024 mendatang.
“Ini adalah kesempatan besar bagi kami untuk memperkenalkan secara luas keindahan dan kearifan budaya yang telah kami jaga dan lestarikan selama ini. Kami yakin, melalui karya seni dan cerita yang mendalam, Dekranasda Bombana akan membawa Sultra menuju puncak kejayaan dalam panggung nasional ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Bombana, Annisa Sry Prihatin mengatakan bahwa, segala persiapan untuk tampil dalam lomba parade mobil hias dan budaya Dekranas 2024 telah di lakukan secara maksimal. Terlebih, dorongan dan dukungan dari Pj Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto dan Pj Ketua Dekranasda Bombana, Aeni Mutmainnah sangat tinggi yang terus berupaya memperkenalkan budaya dan keunikan yang dimiliki oleh Kabupaten Bombana ditingfkat nasional dan internasional.
“Untuk lomba parade mobil hias dan kriya budaya Dekranas 2024, baru tahun ini di laksanakan. Untuk itu, suatu kebanggan tersendiri bagi Dekranasda Bombana karena akan mewakili Sultra dalam ajang yang perdana ini,” tutupnya. (ADV)












