SULTRAANALIS.COM- Kesiapan dalam menanggapi keadaan darurat dan menyelamatkan nyawa menjadi prioritas utama bagi Badan SAR Nasional (Basarnas) Republik Indonesia (RI). Dalam upaya meningkatkan kapasitasnya, Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Kusworo, melakukan pengecekan terhadap kesiapan alat utama penyelamatan di Kantor Basarnas Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Dalam kunjungan ini,Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Kusworo turut mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada Pj Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto atas dukungan dan kerjasama yang baik dalam upaya penguatan Basarnas di wilayah tersebut.
“Kami berterimakasih kepada Pj Gubernur dengan kolaborasinya bersama BPBD begitu ada permasalahan langsung sigap dan tanggap secara cepat dan dengan Basarnas ini menyatu. Kolaborasi yang baik antara Basarnas dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam meningkatkan kesiapan dan responsibilitas terhadap situasi darurat dan bencana,”kata Marsekal Madya TNI Kusworo
Jenderal Bintang tiga itu menjelaskan bahwa kunjungannya ke Sultra merupakan bagian dari program kunjungan kerja ke berbagai kantor SAR di seluruh Indonesia. Dalam rangka meningkatkan kesiapan operasional SAR, penambahan alat dan personel menjadi langkah penting yang harus dilakukan.
“Kami telah mengevaluasi kondisi di Kantor Basarnas Kendari, terutama dalam menyambut operasi penyelamatan menjelang Idul Fitri 1445 Hijriah/2024, bahkan melihat langsung kondisi KM Pacitan,”ujarnya
Menyadari pentingnya keselamatan di perairan, terutama di Sulawesi Tenggara yang mayoritas wilayahnya terdiri dari lautan, Kusworo menegaskan perlunya penambahan alat utama penyelamatan. Dalam evaluasi tahun sebelumnya, tingginya jumlah kecelakaan kapal menjadi perhatian utama, sehingga diperlukan peningkatan kapasitas dan kesiapan SAR di daerah tersebut.
“Kami telah merencanakan penambahan alat utama penyelamatan pada tahun 2024 ini. Ini termasuk peningkatan kapal yang memiliki mobilitas tinggi dan mampu bergerak dengan efektif dan efisien di laut,” ujarnya.
“Dalam kondisi geografis Sulawesi Tenggara yang memiliki empat pos siaga dan dua unit siaga yang tersebar di wilayah yang luas, peningkatan alat utama penyelamatan menjadi hal yang mendesak,”tambahnya.
Ia berharap dengan adanya penambahan alat dan sumber daya SAR diwilayah ini dapat memberikan dampak positif dalam peningkatan keselamatan masyarakat di perairan Sulawesi Tenggara.
“Dukungan dan kerjasama dari semua pihak diharapkan dapat memperkuat kapasitas Basarnas dalam menyelamatkan nyawa dan memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat,”pungkasnya.
Ditempat yang sama, Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara, Andap Budhi Revianto, menyambut kedatangan Kepala Basarnas dengan sukacita. Andap mengucapkan terimakasih kepada Kepala Basarnas, atas kunjunganya ke Sultra sebagai wujud dari kepedulian dan tanggung jawab yang tinggi terhadap keselamatan masyarakat di seluruh Indonesia, khususnya dalam menghadapi anomali musim dan bencana hidrometeorologi.
“Kami mengucapkan terimakasih, dalam kunjungan ke Sultra Kepala Basarnas RI akan menambah alat dan sumberdaya lainya di Basarmas Sultra. Kita tentu merasa terbantu dengan adanya tambahan alat, peralatan, dan sumber daya lainnya yang diberikan oleh Basarnas RI ke Sultra. Ini merupakan kabar yang menggembirakan bagi kami, baik pemerintah provinsi maupun masyarakat Sulawesi Tenggara,” ujar Andap
Dia juga menyampaikan terima kasih atas kerjasama yang baik antara Basarnas dan pemerintah daerah dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Semoga dengan adanya tambahan alat dan peralatan tersebut, Basarnas dapat lebih efektif dan efisien dalam menangani situasi darurat dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
“Kami berharap agar upaya-upaya penyelamatan dan mitigasi bencana dapat terus ditingkatkan demi keamanan dan keselamatan masyarakat Sulawesi Tenggara. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan memberikan kekuatan kepada semua pihak terlibat dalam menjalankan tugas kemanusiaan,”pungkasnya.(adm)












