SULTRAANALIS.COM Pulau Kabaena, sebuah permata tersembunyi yang terletak di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, dengan luas daratan sekitar 873 kilometer persegi, membanggakan keindahan alam yang menakjubkan. Namun, keindahan alam tersebut seringkali terhalang oleh tantangan aksesibilitas yang signifikan, terutama dalam hal pelayanan kesehatan. Dengan populasi sekitar 30 ribu jiwa yang tersebar di enam kecamatan, masyarakat Pulau Kabaena sering kali harus menempuh perjalanan yang panjang dan melelahkan ke ibu kota kabupaten, Kasipute, untuk mendapatkan layanan kesehatan yang representatif.

Perjalanan laut berjam-jam dari Kasipute ke Pulau Kabaena menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi mereka yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut. Dalam kondisi darurat, seperti keadaan ibu hamil yang membutuhkan perawatan segera, banyak warga Pulau Kabaena yang harus dirujuk ke rumah sakit di daratan utama dengan biaya yang tinggi, baik melalui carter speedboat maupun kapal nelayan. Tidak jarang, hal ini menjadi beban tambahan bagi keluarga yang sudah merasa terbatas secara finansial. Melihat kesulitan akses yang dihadapi oleh masyarakat Pulau Kabaena, Pj Bupati Bombana, Edy Suharmanto, merasa tergerak untuk melakukan langkah konkrit guna meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan di pulau tersebut. Dengan tekad yang kuat, beliau menggagas pembangunan sebuah rumah sakit tipe D di Pulau Kabaena.
Keputusan ini diambil dengan tujuan utama untuk mendekatkan fasilitas kesehatan kepada masyarakat setempat, sehingga mereka tidak lagi harus menghadapi kesulitan dalam mencari perawatan medis yang layak. Langkah ini disambut baik oleh masyarakat setempat yang telah lama merindukan adanya fasilitas kesehatan yang memadai di pulau mereka. Harapan akan adanya rumah sakit di Pulau Kabaena telah menjadi suatu hal yang diyakini dapat mengurangi beban dan kesulitan yang selama ini mereka alami dalam mencari perawatan kesehatan.

Dalam waktu yang relatif singkat, Pj Edy mengumumkan bahwa pembangunan rumah sakit di Pulau Kabaena akan dimulai pada tahun 2024, dengan proyeksi selesai dalam waktu yang sama. Rencana tersebut telah menimbulkan antusiasme yang tinggi di kalangan masyarakat, karena mereka percaya bahwa rumah sakit baru akan membawa perubahan yang signifikan dalam kesejahteraan dan kesehatan mereka.
Pada Sabtu, 18 Februari, Pj Bupati Edy, didampingi oleh Sekda Bombana, Drs. Man Arfa, melakukan peninjauan langsung lokasi pembangunan rumah sakit tipe D di Desa Baliara, Kecamatan Kabaena Barat. Dengan tekad yang kuat, mereka berharap bahwa pembangunan rumah sakit ini akan segera dimulai dan berjalan lancar.
Di samping itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Darwin, menjelaskan bahwa rencana awal pembangunan rumah sakit tipe D akan dimulai dengan pembangunan satu gedung. Gedung ini akan mencakup berbagai fasilitas penting, seperti ruang operasi dan ruang inap, dengan estimasi sekitar enam ruangan dan kapasitas hingga 40 tempat tidur pasien.
Sebagai tahap awal, pembangunan satu gedung tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan akses bagi masyarakat Pulau Kabaena untuk mendapatkan perawatan kesehatan yang layak dan berkualitas. Semoga dengan upaya bersama ini, pembangunan rumah sakit di Pulau Kabaena dapat segera memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat setempat dan menjadi tonggak penting dalam peningkatan kesejahteraan mereka. (ADV)












