SULTRAANALIS.COM—Pulau Kabaena, yang terletak di Kabupaten Bombana dengan luas daratan sekitar 873 km, menjadi rumah bagi sekitar 30 ribu warga yang tersebar di enam kecamatan. Meskipun pulau ini memiliki potensi alam yang menakjubkan, akses yang cukup jauh dari ibu kota Kabupaten Bombana, Kasipute, membuat masyarakatnya mengalami kesulitan dalam mendapatkan layanan pemerintahan yang representatif, terutama dalam bidang kesehatan. Perjalanan laut berjam-jam dari Kasipute ke pulau ini, menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
Mengakui kesulitan akses tersebut, Pj Bupati Bombana, Edy Suharmanto terinspirasi untuk melakukan inovasi baru untuk memperkecil rentang kendali pelayanan masyarakat, dalam bidang layanan kesehatan. Untuk itu ia menggagas pembangunan rumah sakit tipe D. Keputusan ini diambil dengan tujuan utama untuk mendekatkan pelayanan fasilitas kesehatan kepada masyarakat pulau tersebut. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan, sehingga warga Kabaena tidak lagi harus menempuh perjalanan yang panjang dan melelahkan ke rumah sakit Tanduale yang ada di ibu kota.Tak harus menunggu lama, PJ Edy mengungkapkan, bahwa pembangunan rumah sakit di Pulau Kabaena akan dimulai tahun 2024 dan diproyeksi tuntas dikerja di tahun yang sama.
Sabtu (18/2), Pj Bupati Edy di dampingi Sekda Bombana Drs Man Arfa mengawal langsung pembangunan Rumah Sakit itu. Secara khusus, ia menyeberang ke Pulau Kabaena untuk melakukan peninjauan langsung lokasi pembangunan Rumah sakit tipe D tersebut. Lokasinya sudah ditetapkan, dibangun di Desa Baliara Kecamatan Kabaena Barat. Luas lahan yang di siapkan yakni sekitar 3 Hektar.

“Insya Allah sekitar akhir bulan Maret atau awal Bulan April tahun ini, insya Allah saya akan datang lagi untuk peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan Rumah sakit di pulau Kabaena,”imbuhnya.
Diharapkan, dengan adanya pembangunan Rumah Sakit ini, tidak akan ada lagi cerita bagi ibu hamil yang selalu dirujuk ke Rumbia dengan biaya tinggi akibat carter Speed atau kapal nelayan jika dalam keadaan darurat. Sebab rumah sakit yang dibangun di Kabaena itu akan disiapkan sejumlah Dokter bersama sejumlah fasilitas kesehatan untuk melayani masyarakat yang ada di Pulau Kabaena.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana Darwin menjelaskan rencana awal pembangunan Rumah sakit tipe D bakal dibangun dulu Satu gedung. Gedung itu untuk ruangan operasi hingga ruang inap. Ditaksir sekitar enam ruangan dengan kapasitas dapat menampung sekira 40 rajang atau tempat tidur pasien.

“Sebagai tahap awal, disitu akan dibangun dulu satu gedung . Disitu sudah ada ruangan operasi dan ruang inap,” imbuhnya.
Untuk itu, ia meminta seluruh masyarakat Bombana, khusunya yang ada di pulau Kabaena untuk mendukung pembangunan Rumah sakit ini berjalan dengan lancar agar penyelesaianya dapat sesuai dengan target yang telah ditentukan. tutupnya. (ADV)












