EYENEWSSULTRA.COM- Bupati Bombana, Ir. Burhanuddin, kembali menegaskan komitmennya dalam memerangi permasalahan stunting di wilayahnya. Penegasan tersebut berpusat pada penguatan program strategis Orang Tua Asuh Stunting, yang kini secara resmi ditingkatkan statusnya menjadi sebuah Gerakan Bersama Lintas Sektor yang masif dan terstruktur.
Komitmen ini disampaikan Bupati Burhanuddin dalam momentum penting kegiatan penyerahan bantuan sosial yang digelar di Kecamatan Lantari Jaya, pada hari sebelumnya. Dalam sambutannya, Bupati dengan tegas menyatakan bahwa inisiatif Orang Tua Asuh tidak boleh lagi sekadar menjadi kegiatan seremonial. Sebaliknya, program ini harus termanifestasi sebagai wujud nyata dari kepedulian sosial dan tanggung jawab kolektif seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa.
Bupati Burhanuddin menyoroti urgensi penanganan stunting, yang ia sebut sebagai ancaman serius dan multi-dimensi. Dampak stunting tidak hanya terbatas pada gangguan fisik dan pertumbuhan tubuh anak, tetapi yang lebih krusial, berpotensi mengganggu perkembangan kognitif secara permanen. Gangguan kognitif ini pada akhirnya akan berdampak langsung pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Bombana, yang secara lebih luas akan melemahkan daya saing generasi muda di masa depan.

“Kalau anak-anak kita tumbuh tidak maksimal, bagaimana kita mau bicara soal Indonesia Emas 2045” ujar Burhanuddin.
Lebih lanjut, pemimpin daerah Bombana ini secara khusus mengingatkan akan pentingnya peran aktif kepala desa dan perangkatnya. Mereka adalah garda terdepan yang diwajibkan untuk melaksanakan pemantauan intensif dan pelaporan dini terhadap indikasi maupun gejala stunting di wilayah masing-masing, tanpa harus menunggu kondisi anak memburuk. Bupati menekankan bahwa sistem pelaporan berjenjang harus berjalan efektif, terstruktur mulai dari tingkat desa ke camat, dan jika eskalasi penanganan diperlukan, laporan dapat disampaikan langsung kepada Bupati. Hal ini bertujuan untuk memastikan respons yang cepat, tepat, dan intervensi yang benar-benar tepat sasaran.
Program Orang Tua Asuh Stunting sendiri bukanlah inisiatif baru. Sejak Burhanuddin menjabat sebagai Penjabat Bupati beberapa tahun lalu, ia telah menginisiasi program ini sebagai salah satu strategi kunci dalam upaya pencegahan dan penurunan angka stunting. Kini, setelah resmi terpilih sebagai Bupati definitif hasil Pilkada 2024, ia memperluas cakupan dan mengintegrasikan program ini dengan melibatkan seluruh lapisan birokrasi dan unsur terkait di Bombana.

Bupati Burhanuddin menjelaskan bahwa esensi dari menjadi Orang Tua Asuh melampaui sekadar penyediaan bantuan gizi semata. Ia menekankan bahwa perannya adalah mendampingi secara komprehensif, mulai dari pemantauan gizi dan kesehatan ibu hamil, hingga memastikan proses tumbuh kembang anak-anak berjalan optimal dan sehat. Dengan melibatkan birokrasi secara menyeluruh, diharapkan intervensi dapat dilakukan secara holistik, mencakup aspek kesehatan, sanitasi, dan edukasi gizi
“Saya berharap seluruh aparatur pemerintah, terutama yang berada di garis depan pelayanan masyarakat, menjadikan gerakan ini sebagai bagian dari tugas kemanusiaan, bukan sekadar kewajiban administratif. “Kita ingin budaya peduli ini tumbuh dari bawah, dari desa, dari hati nurani,” pungkasnya. (ADV).












