Bupati Burhanuddin Dorong Wirausaha Lokal, Tegaskan Komitmen Pemerintah Hadir Bagi Rakyat Kecil

  • Bagikan

EYENEWSSULTRA.COM- Pemerintah Kabupaten Bombana terus menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat. Salah satu langkah nyata ditunjukkan oleh Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., yang hadir langsung dalam kegiatan “Ngopi Santai” di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, Jumat, 31 Oktober 2025.
Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian pelatihan kewirausahaan dan keterampilan masyarakat yang telah berlangsung selama sepuluh hari, hasil kolaborasi antara Pemkab Bombana dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kendari.

Pelatihan tersebut mencakup empat bidang keterampilan praktis, yakni pembuatan minuman kopi atau barista, pembuatan jajanan pasar, administrasi perkantoran, serta budidaya hidroponik. Sebanyak 64 peserta mengikuti pelatihan, dengan 48 orang di antaranya berhasil menyelesaikan tiga program sekaligus. Mereka akan menerima sertifikat resmi dari BPVP Kendari sebagai bukti pengakuan atas kompetensi yang telah diperoleh. Adapun pelatihan budidaya hidroponik dijadwalkan segera berlanjut guna mendukung pertanian modern dan ramah lingkungan di Bombana.

Bupati Burhanuddin menegaskan, kegiatan pelatihan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia produktif dan mandiri. Menurutnya, masyarakat Bombana harus diberi ruang untuk belajar, tumbuh, dan berani mengambil langkah dalam membangun ekonomi keluarga melalui wirausaha lokal.

“Bagi mereka yang sudah berusaha, pemerintah akan membantu mengembangkan usahanya, bukan memulai dari nol lagi. Ini bentuk penghargaan kami atas semangat dan keberanian masyarakat dalam berwirausaha,” ujarnya dengan nada optimistis.

Ia menekankan bahwa pemerintah daerah tidak akan membiarkan hasil pelatihan berhenti sebatas pengetahuan. Ke depan, Pemkab Bombana berkomitmen menyiapkan program pendampingan berkelanjutan, termasuk akses permodalan, pelatihan lanjutan, dan penguatan jejaring usaha mikro. Ia juga mengapresiasi semangat belajar peserta pelatihan mencerminkan kebangkitan generasi muda dan kaum ibu di Bombana yang tidak ingin bergantung sepenuhnya pada lapangan kerja formal.


“Kita ingin melahirkan wirausaha-wirausaha baru dari desa, dari lingkungan sekitar kita sendiri. Itulah kemandirian sejati yang sedang kita bangun,” katanya.

Mantan Kadis ESDM Sultra ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. Kemitraan antara Dinas Transnaker Bombana dan BPVP Kendari dianggap sebagai model sinergi yang patut diperluas, karena pelatihan vokasi berbasis keterampilan nyata terbukti mampu meningkatkan produktivitas masyarakat.

“Ketika pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dan masyarakat bekerja bersama, hasilnya akan berlipat ganda. Inilah bentuk pembangunan yang berdampak langsung,” ungkapnya.

Selain mencetak tenaga terampil, pelatihan ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal melalui tumbuhnya usaha kecil baru. Pemerintah daerah bertekad menjadikan sektor ekonomi kreatif dan UMKM sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi Bombana di masa depan. Upaya tersebut sejalan dengan visi Burhanuddin menjadikan Bombana sebagai daerah dengan daya saing berbasis agrominapolitan menggabungkan kekuatan pertanian, perikanan, dan industri kreatif rakyat.

Diakuinya, kegiatan “Ngopi Santai” menjadi simbol sederhana dari semangat tersebut. Dalam kegiatan itu, hasil karya peserta pelatihan, seperti racikan kopi dan olahan jajanan tradisional, disajikan kepada tamu undangan sebagai bentuk apresiasi terhadap proses belajar yang telah mereka lalui. Sebab, pemberdayaan masyarakat adalah kunci keberhasilan pembangunan daerah. Ia kerap menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh berhenti pada infrastruktur semata, tetapi juga harus menyentuh peningkatan kapasitas manusia.

“Ketika masyarakat memiliki keterampilan dan kemandirian ekonomi, maka mereka tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga pelaku utama pembangunan itu sendiri,” tegasnya dalam beberapa kesempatan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten dan Staf Ahli Bupati, sejumlah kepala perangkat daerah, perwakilan Forkopimda Bombana, perwakilan BPVP Kendari, serta Camat Rumbia Tengah. Kehadiran unsur lintas sektor ini mempertegas bahwa pelatihan kewirausahaan bukan sekadar agenda teknis, melainkan bagian dari gerakan bersama menuju kemandirian ekonomi daerah. (kna/ADV).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *