Presiden Prabowo Umumkan Rencana Penghematan Anggaran Rp 750 Triliun untuk Efisiensi Belanja Negara

  • Bagikan

EYENEWSSULTRA.COM– Presiden Prabowo Subianto yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, mengumumkan rencana penghematan anggaran negara senilai Rp 750 triliun dalam tiga tahap. Penghematan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025.

Prabowo menjelaskan bahwa tahap pertama penghematan yang sedang berlangsung saat ini telah mencapai Rp 306,69 triliun, sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025. Kementerian Keuangan telah berhasil mengidentifikasi dan menghemat sekitar Rp 300 triliun pada tahap pertama tersebut.

“Untuk tahap kedua, penghematan yang ditargetkan pada belanja kementerian dan lembaga (K/L) yang kurang efisien mencapai Rp 308 triliun,” katanya.

Namun, Prabowo menambahkan bahwa sekitar Rp 58 triliun dari penghematan ini akan dikembalikan kepada K/L, sehingga penghematan bersih yang diharapkan mencapai Rp 250 triliun. Rencana pelaksanaan tahap kedua penghematan ini belum dijelaskan lebih lanjut oleh Prabowo. Pada tahap ketiga, penghematan akan dilakukan melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dengan target dividen mencapai Rp 300 triliun.

“Dari jumlah tersebut, Rp 200 triliun akan digunakan untuk kepentingan negara, sedangkan Rp 100 triliun akan dikembalikan kepada BUMN. Total penghematan anggaran ini setara dengan 44 miliar dolar AS,” imbuhnya.

Sebagian dari dana yang berhasil dihemat, sekitar Rp 24 miliar dolar AS, akan dialokasikan untuk program makan bergizi gratis (MBG), yang bertujuan mencegah kelaparan di kalangan masyarakat, terutama anak-anak. Sisa dana sebesar Rp 20 miliar dolar AS akan diserahkan kepada Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), yang akan mengelolanya sebagai dana investasi. Rencananya, Danantara akan diluncurkan pada 24 Februari 2025.
Prabowo menegaskan bahwa dana tersebut tidak akan digunakan langsung, tetapi akan dikelola dan diinvestasikan untuk mendukung pembangunan jangka panjang Indonesia. (Kna).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *