Kekayaan dan Warisan Budaya Bombana di Parade Nasional

  • Bagikan

SULTRAANALIS.COM—Kabupaten Bombana tidak hanya dikenal sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam (SDA) nya saja. Lebih dari itu, daerah yang saat ini di pimpin oleh Penjabat (Pj) Bupati Drs. Edy Suharmanto ini juga terkenal akan kekayaan dan warisan budaya yang dimilikinya. Bahkan, kekayaan budaya yang dimiliki Bombana kerap tampil dan mengambil bagian di bebrbagai event bergengsi di tingkat nasional. Sebut saja tarian Lumense merupakan tarian asli Bombana yang tampil di istana negara dan disaksikan Presiden RI pada 17 Agustus 2022 lalu. Keindahan kain tenun Bombana juga kerap menjadi sorotan di panggung Indonesia Fashion Week (IFW).

Baru-baru ini, warisan dan kebudayaan yang dimiliki Kabupaten Bombana kembali ambil bagian di event bergengsi yang dihadiri oleh Ibu negara, Iriana Joko Widodo di puncak acara ulang tahun ke 44 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) tahun 2024 yang dirangkai dengan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang berlangsung di Solo 14-18 Mei. Di event tersebut, Dekranasda Kabupaten Bombana menjadi wakil Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam ajang lomba Parade Mobil Hias Kriya dan Budaya Dekranas 2024.

Melalui parade mobil hias ini, Kabupaten Bombana memperkenalkan warisan dan budaya yang dimiliki melalui Kampiri in Bombana Regency. Sebuah symbol yang menggambarkan kehidupan dan warisan lokal Kabupaten Bombana. Di kawal langsung Pj Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto dan Pj Ketua Dekranasda Aeni Mutmainnah, Kampiri Bombana Regency ini pun sukses tampil dan memukau dalam event tersebut.

Pj Ketua Dekranasda Bombana, Aeni Mutmainnah mengatakan bahwa, kampiri adalah rumah kotu’a khas Kabupaten Bombana, yang tradisionalnya digunakan sebagai tempat penyimpanan hasil panen. Namun, lebih dari sekadar sebuah bangunan, Kampiri adalah pewaris nilai-nilai dan simbol-simbol dalam budaya lokal.

Rumah Kampiri Bombana yang ikut dalam ajang lomba parade nasional di Solo

Dari tanduk rumah yang menyerupai kerbau, hingga ukiran-ukiran simbolis seperti gagang parang yang mencerminkan kerja keras, tombak yang melambangkan semangat kepatriotan, mata keris yang menandakan keberanian, hingga burung yang menjadi penjaga kesulawesian, dan ragam motif daun dan tumbuhan yang melambangkan keramahtamahan serta semangat gotong royong. Melalui Kampiri in Bombana Regency, Dekranasda Bombana tidak hanya mempersembahkan sebuah karya seni berupa mobil hias, tetapi juga cerita, nilai, dan warisan leluhur yang di junjung tinggi Masyarakat.

“Kampiri adalah semacam rumah kecil yang dipakai untuk menyimpan hasil panen, baik itu padi, jagung atau umbi-umbian. Saat musim paceklik dan kemarau panjang, cadangan makanan yang tersimpan di Kampiri itulah yang dikonsumsi,” ungkapnya.

Salah satu atraksi yang di tampilkan dalam parade nasional HUT Dekranasda ke 44 di Solo

Sementara itu, Pj Bupati Drs. Edy Suharmanto mengatakan, melalui partisipasi Dekranasda Bombana dalam ajang ini, kekayaan budaya Sultra, terutama Kabupaten Bombana, akan semakin dikenal dan dihargai secara nasional hingga ke tingkat dunia. Terlebih Kabupaten Bombana memiliki banyak sekali warisan dan keunikan budaya yang terus di junjung tinggi seluruh masyarakatnya. Khusunya dalam hal ini, legenda masyarakat yang terdapat di Kabupaten Bombana, seperti keunikan motif burisininta (paku-paku) dan motif bosu-bosu (berenda tunggal), Jonga sebagai simbol keberagaman alam, Be’u atau balase sebagai ikon kerajinan tangan yang mempersatukan masyarakat, serta Negeri di Awan yang mempesona di Gunung Tangkeno, semuanya akan tersaji dalam lomba parade mobil hias kriya dan budaya Dekranas 2024 mendatang.

“Ini adalah kesempatan besar bagi kami untuk memperkenalkan secara luas keindahan dan kearifan budaya yang telah kami jaga dan lestarikan selama ini. Kami yakin, melalui karya seni dan cerita yang mendalam, Dekranasda Bombana akan membawa Sultra menuju puncak kejayaan dalam panggung nasional ini,” pungkasnya. (ADV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *