SULTRAANALIS.COM-Minggu kedua Ramadhan dan mendekati Lebaran, Kabupaten Bombana mengalami peningkatan harga komoditas pangan karena permintaan yang tinggi dan perubahan cuaca dari El Nino ke La Nina. Curah hujan yang tinggi di sentra pangan juga memengaruhi kualitas dan jumlah panen petani, menyebabkan gejolak harga dengan indeks perubahan harga naik 3,7 persen.
Pemerintah Kabupaten Bombana di bawah pimpinan Penjabat Bupati Drs. Edy Suharmanto terus mengambil langkah strategis. Mereka melakukan inspeksi mendadak untuk memeriksa stok dan harga kebutuhan pokok di pasar, meluncurkan gerakan pangan murah, dan menginisiasi kios inflasi dengan subsidi harga. Langkah terbaru Pemkab Bombana adalah menggandeng petani setempat melalui kegiatan “Lapak Tani Ramadhan”. Melalui lapak tani ini, mereka menjual hasil pertanian dengan harga terjangkau atau di bawah harga pasaran untuk menstabilkan harga menjelang Lebaran.
Penjabat (Pj) Bupati Bombana, Edy Suharmanto, yang diwakili Sekda Bombana, Drs. Man Arfa mengatakan bahwa, lapak tani Ramadhan bertujuan membantu masyarakat mengakses bahan pokok yang lebih murah, dengan kondisi harga yang naik menjelang Lebaran.

“Pelaksanaan lapak tani ramadhan ini sebagai bentuk hadirnya pemerintah nembantu masyarakat dalam menjangkau bahan pokok. Terlebih, dalam kondisi bulan Ramadhan dan menghadapi lebaran Idul Fitri, nyaris semua kebutuhan bahan pokok mengalami kenaikan. Untuk itu, pasar lapak Ramdhan ini digelar dengan melibatkan beberapa partisipasi seperti para kelompok tani, perusahaan pabrik gula, peternak dan kelompok penggilingan beras, ” ujarnya saat hadir dalam lapak tani Ramdhan, di RTH EX MTQ Bombana, Selasa (26/3).
Diakui Man Arfa, Pasar lapak tani Ramdhan ini dinyakini tidak hanya menurunkan inflasi melalui perubahan harga saja, tetapi juga menjadi bukti antara Pemda dan para pelaku usaha di Bombana terus bersinergi dengan sangat baik untuk daerah. “Diharapkan upaya pengendalian inflasi melalui kegiatan pasar murah, gerakan pangan murah, dan Lapak Tani ini dapat menjaga stabilitas harga bahan pokok pangan masyarakat di Kabupaten Bombana,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Bombana, Muhammad Siarah mengungkapkan bahwa, Pasar lapak tani Ramadhan ini dilakukan secara fasilitatif dan partisipatif untuk mengontrol pelaku usaha dan kelompok tani. Ada delapan kelompok tani dari zona Poleang dan Rumbia yang terlibat dalam kegiatan ini. Mereka bekerja sama dengan pemeirntah daerah untuk menyiapkan bahan pangan seperti beras, telur, tomat hingga cabai. PT. Prima Alam Gemilang juga turut menyiapkan stok gula merek Gulata.

Muhammad Siarah merinci jenis produk yang dijual pada pasar lapak tani Ramadhan tersebut yakni beras hasil penggilingan dengan jumlah 1,5 Ton seharga Rp 11 ribu/kiliogram dan dikemas dalam karung 5 kilogram dengan harga per karung senilai Rp 55 ribu. Selanjutnya untuk gula pasir disediakan sebanyak 1,872 Ton dengan porsi 1 kilogram dijual dengan harga Rp 16 ribu. Kemudian untuk telur disediakan sebayak 360 rak dan dijual dengan harga Rp 55.000/rak. Lalu, tomat disediakan sebanyak 2 Ton dan dijual dengan harga 10.000 rupiah per kilogram.
“Diharapkan Kegiatan lapak tani Ramadhan dapat menekan inflasi di Kabupaten Bombana., karena lonjakan harga yang terjadi selama bulan Ramdahn dan menjelang hari raya Idul fitri ini,” pungkasnya. (adv).












